FENOMENA WAHYU PRIBADI

Selamat Natal dan Tahun baru 2015 ! kiranya Allah mencurahkan rahmat dan berkatNya yang berlimpah kepada kita semua!

Akhir tahun maupun di awal tahun ini timbul gejolak di dunia maya mengenai penampakan Bunda Maria, lebih spesifiknya penampakan Bunda Maria yang dipelopori oleh kelompok Mary Divine Mercy (MDM).

Disini kita tidak membicarakan mendalam mengenai MDM, melainkan “APAKAH PENAMPAKAN ‘KUDUS’ (WAHYU PRIBADI) WAJIB DIPERCAYA ?”

Katekismus Gereja KatolikKatekismus Gereja Katolik

Gereja Katolik dalam Katekismus no. 67 menyatakan :

Dalam peredaran waktu terdapatlah apa yang dinamakan “wahyu pribadi”, yang beberapa di antaranya diakui oleh pimpinan Gereja. Namun wahyu pribadi itu tidak termasuk dalam perbendaharaan iman. Bukanlah tugas mereka untuk “menyempurnakan” wahyu Kristus yang definitif atau untuk “melengkapinya”, melainkan untuk membantu supaya orang dapat menghayatinya lebih dalam lagi dalam rentang waktu tertentu. Di bawah bimbingan Wewenang Mengajar Gereja, maka dalam kesadaran iman, umat beriman tahu membedakan dan melihat dalam wahyu-wahyu ini apa yang merupakan amanat otentik dari Kristus atau para kudus kepada Gereja.Iman Kristen tidak dapat “menerima” wahyu-wahyu yang mau melebihi atau membetulkan wahyu yang sudah dituntaskan dalam Kristus. Hal ini diklaim oleh agama-agama bukan Kristen tertentu dan sering kali juga oleh sekte-sekte baru tertentu yang mendasarkan diri atas “wahyu-wahyu” yang demikian itu.

Beberapa poin yang dapat kita petika, diantaranya:

1. Wahyu Pribadi TIDAK termasuk dalam perbendaharaan iman.

2. Wahyu Pribadi bukan untuk menyempurnakan wahyu Kristus yang definitif, APALAGI menyempurnakannya!

3. wahyu Pribadi bermanfaat  membantu umat Allah untuk menghayati Iman yang Gereja wartakan

4. Wahyu Pribadi melalui wewenang Mengajar Gereja, bertugas untuk membedakan mana yang sungguh berasal dari Allah dan mana yang memang berasal dari si jahat untuk merusak kesalehan umat beriman secara “perlahan”

5. Wahyu Pribadi TIDAK dapat membetulkan atau mengubah ajaran Kristus!

Dari beberapa poin di atas, menunjukkan bahwa umat beriman TIDAK wajib untuk mempercayai wahyu pribadi! karena tidaklah menambah, apalagi mengurangi wahyu yang sudah disampaikan oleh Yesus sendiri.

Lalu apakah kita boleh mempercayai wayu Pribadi & disebar luaskan ?

BOLEH!, jika Gereja Katolik sudah mengakui wahyu Pribadi tersebut sebagai salah satu sarana untuk menumbuhkan iman dan semangat devosi serta tindak kesalehan lainnya. tetapi

TIDAK!, jika Gereja Katolik dalam hal ini Wewenang Mengajar Gereja (Magisterium) belum menyatakan apa – apa atau bahkan yang sudah dilarang!

Mother Mary of NajuMother Mary of Naju

Gereja selalu berhati-hati dengan wahyu pribadi walaupun terlihat baik isinya, karena si jahat pun bisa menjadi malaikat terang! (2kor 11:14)

Dengan seiring waktu, wahyu pribadi akan terlihat otentik atau tidak otentiknya dari sang penerima wahyu pribadi maupun wahyu yang disampaikan.

Dalam perjalanan Gereja Katolik selama 2000 tahun, tidak sedikit penampakan – penampakan yang menyampaikan wahyu pribadi, yang terkenal dan sudah di akui  seperti Penampakan Bunda Maria di Lourdes, di Fatima, di Akita, dan banyak lagi!.

Namun ada juga wahyu pribadi yang belum diakui, salah satunya adalah Bunda Maria dari Medjugorje. Wahyu pribadi yang ditolak seperti wahyu yang diterima oleh Julia Kim (Korea), Mary Divine Mercy (MDM), dll.

Bunda Maria dari LourdesBunda Maria dari Lourdes

Maka dari itu, umat Katolik diajak untuk bijaksana dalam membedakan dan melihat dalam wahyu – wahyu tersebut apa yang merupakan amanat otentik dari Kristus atau para kudus kepada Gereja.

Bagaimana caranya membedakan hal tersebut?

Ada beberapa cara yang mungkin dapat membantu, diantaranya:

1. Pandangan Gereja mengenai wahyu Pribadi tersebut.

Gereja berwewenang untuk menyatakan apakah wahyu tersebut berasal dari Ilahi atau berasal dari si jahat.

2. semangat devosi dan tindak hidup dari penerima wahyu pribadi

Orang yang menerima wahyu pibadi tentu akan menunjukkan ketaatannya kepada Gereja terhadap keputusan yang diberikan mengenai wahyu tersebut.

3. Isi wahyu pribadi terhadap Gereja dan umat Allah.

Isi wahyu Pribadi tidak pernah menyerang ajaran Gereja dan mengutuk pemimpin Gereja.

Jika salah satu nya dilanggar, maka sebaiknya dijauhi. Awalnya baik dan menumbuhkan semangat devosi, namun akhirnya menjadi parasit dalam Gereja. Sekali lagi baiklah dijauhi!

Semoga ulasan singkat ini, membuat kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang luarnya baik namun dalamnya busuk. INGATLAH! Iblis pun bisa menjadi Malaikat terang.

Bapa Suci, Paus FransiskusBapa Suci, Paus Fransiskus

referensi :

imankatolik.or.id ( KGK dan Kitab Suci)

2 thoughts on “FENOMENA WAHYU PRIBADI

  1. Syallom,
    Saya seorang Katolik, belakangan ini saya senang melihat video kesaksian akan Yesus, Surga dan Neraka. Bisakah kesaksian sebagai pedoman kita ?
    Terkadang ada timbul beberapa pertanyaan dibenak saya, dan membuat saya bingun saya harus bertanya kepada siapa untuk bisa memberi penjelasan yg lebih mendalam. Saya mohon bantuan untuk mendalami iman Katolik secara lebih mendalam lagi. Karena sekarang banyaknya komunitas komunitas gereja dan membuat saya sedikit bingung.
    Saya terkadang mengikuti ibadah komunitas-komunitas gereja lain dengan niat hati untuk lebih mendekatkan diri dengan Yesus dan mendalami iman. Namun seiring waktu saya bertanya2 sendiri kenapa ada perbedaan antara umat Kristen, sebelumnya sy beranggapan Katolik mengikuti semua ajaran dan tradisi yang Yesus lakukan dan berpegang teguh pada Alkitab. Tapi beberapa hal ini membuat saya bingung dan berada dalam dilema.
    Tolong bantu saya tentang Sakramen Baptis dan baptis selam, juga tentang hukum berpantang darah, serta berbicara dengan bahasa roh.
    Kalau ada pertanyaan sy yg kurang berkenan sy meminta maaf sebelumnya. Sy bingung dengan gejolak pikiran dan hati yg sedang sy alami dan sy hanya ingin mendapat pemulihan tanpa bermaksud yg lain atas pertanyaan yg sy ajukan. Terima kasih.

    Suka

    • Shalom aleichem sdri Christy, terima kasih sudah mampir di blog ini.

      Pertama-tama mari kita baca lagi apa yang dipaparkan Penulis dalam artikel ini.
      —————————————————————-
      Lalu apakah kita boleh mempercayai wayu Pribadi & disebar luaskan ?

      BOLEH!, jika Gereja Katolik sudah mengakui wahyu Pribadi tersebut sebagai salah satu sarana untuk menumbuhkan iman dan semangat devosi serta tindak kesalehan lainnya. tetapi

      TIDAK!, jika Gereja Katolik dalam hal ini Wewenang Mengajar Gereja (Magisterium) belum menyatakan apa – apa atau bahkan yang sudah dilarang!
      —————————————————————
      Nah dalam hal ini kita sudah bisa ambil kesimpulan, selama Gereja belum berkomentar apa-apa terhadap penampakan-penampakan yang Anda lihat di internet, maka kita tidak boleh langsung mempercayainya, apalagi menjadikan pedoman hidup beriman kita.

      Untuk semakin memperkaya wawasan dan iman Kekatolikan Anda, Anda bisa membaca web seperti ekaristi.org., Katolisitas, Yesaya Indocell, Indonesian Papist, dan sebagainya, karena pertanyaan Anda sudah terjawab dalam blog dan website tersebut.

      Misalkan untuk topik baptis bisa dilihat di sini http://www.katolisitas.org/2027/baptisan-gereja-katolik-tidak-sah-karena-tidak-dibaptis-selam

      Maksudnya berpantang darah itu bagaimana? Pantang memakan darah atau pantang karena haid?
      Bisa dilihat di sini kalau soal pantang memakan makanan dari darah http://www.katolisitas.org/1845/apakah-makan-makanan-yang-terbuat-dari-darah-itu-najis
      Untuk pantang karena haid bisa dilihat di sini http://www.katolisitas.org/1262/wanita-haid-bisa-terima-komuni-katolik-dg-budha-bisa-nikah-misa-sabtu-vs-minggu

      Untuk bahasa roh bisa dilihat di sini http://www.katolisitas.org/2890/tentang-bahasa-roh

      Memang semua orang pernah mengalami apa yang Anda alami. Namun jangan khawatir, sebab jika Anda terus menerus mau belajar pada sumber yang benar, Anda akan menemukan kebenaran sejati dalam Gereja Katolik, Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri di atas Batu Karang yaitu Petrus (Mat 16:18), yang kemudian diteruskan oleh para Paus dan uskup hingga saat ini.

      Akhir kata, mari kita terus menerus mempelajari iman kita supaya kita bisa semakin terarah pada Sang Jalan Kebenaran dan Hidup, yakni Kristus sendiri!

      Pax vobis! (Damai Tuhan bersamamu)

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s